Pulang kandang membawa uang
Jelang rumah ada dua pasang manusia
Terlabat tepati janji untuk pulang
Naiklah mereka berdua
Antara keterlambatan dan romantisme
Wajah-wajah sepi berbincang belakang kusir
Tentunya tentang cinta
Menja, rayuan dan sebuah suasana
Membuat cinta makin menjadi
Hati semakin sakit untuk jauh
Selepas maghrib jelang isya
Si pria pulang dengan kegirangan
Si wanita langsung rasakan kembali rindu
Jumat, 02 Oktober 2009
PASANGAN ABADI
Hujan dan malam sering duduk berdampingan
Selalu seperti itu
Hujan bercerita tentang deras cintanya
Malam hanya menjawab dengan sunyi
Syair dan Bimbo selalu pergi bersama
Empat decade bercinta tanpa henti
Selalu ada nada yang terus jadi penghulu
Mereka saling mencinta
Syair jadi indah, Bimbo semakin hidup
Sedang antara aku dan kamu
Seorang penanti hanya bisa menunggu
Yang dinanti tak kunjung menjawab
Serasi bukan?
Menanti dan dinanti
Selalu seperti itu
Hujan bercerita tentang deras cintanya
Malam hanya menjawab dengan sunyi
Syair dan Bimbo selalu pergi bersama
Empat decade bercinta tanpa henti
Selalu ada nada yang terus jadi penghulu
Mereka saling mencinta
Syair jadi indah, Bimbo semakin hidup
Sedang antara aku dan kamu
Seorang penanti hanya bisa menunggu
Yang dinanti tak kunjung menjawab
Serasi bukan?
Menanti dan dinanti
TUA BERMUDA
Awalnya adalah sebuah rasa peduli
Akan hidup generasi muda
Tentang siapa yang akan tunjukkan jalan ke surga
Agar semua dapat satu arah
Dia putar otak saat masa pensiunnya
Ada putaran api di dadanya
Terus berputar dan memberikan radiasi
Hangatnya terasa panasnya ada
Matinya takkan ada bangkai
Hidupnya tercatat di punggung kanannya
Semua bermula dari sebuah kepedulian
Tentang bertahan dan terus maju
Agar semua bisa merasakan nikmatnya sujud
Indahnya jamaah
Kuatnya pemuda yang ada di sekitar kita
Akan hidup generasi muda
Tentang siapa yang akan tunjukkan jalan ke surga
Agar semua dapat satu arah
Dia putar otak saat masa pensiunnya
Ada putaran api di dadanya
Terus berputar dan memberikan radiasi
Hangatnya terasa panasnya ada
Matinya takkan ada bangkai
Hidupnya tercatat di punggung kanannya
Semua bermula dari sebuah kepedulian
Tentang bertahan dan terus maju
Agar semua bisa merasakan nikmatnya sujud
Indahnya jamaah
Kuatnya pemuda yang ada di sekitar kita
ARUM
Putih berkacamata
Ya, tadi pagi adalah kali pertama
Aku lihat gerai rambut yang lama bersembunyi
Sempat-sempatnya langit berubah lazuardi
Sama indahnya
Di rumahmu ada kotak rahasia
Berisi cerita-cerita
Tak dipublikasikan
Cantik rasanya bukan lagi relative
Tapi mutlak milikmu
Tetaplah bersembunyi
Jangan katakana pada dunia kau masih hidup
Lebih baik dianggap tak ada karena orang tak tahu
Daripada orang tahu
Tapi tak dianggap keberadaanmu
Ya, tadi pagi adalah kali pertama
Aku lihat gerai rambut yang lama bersembunyi
Sempat-sempatnya langit berubah lazuardi
Sama indahnya
Di rumahmu ada kotak rahasia
Berisi cerita-cerita
Tak dipublikasikan
Cantik rasanya bukan lagi relative
Tapi mutlak milikmu
Tetaplah bersembunyi
Jangan katakana pada dunia kau masih hidup
Lebih baik dianggap tak ada karena orang tak tahu
Daripada orang tahu
Tapi tak dianggap keberadaanmu
TIGA ORANG MATI
Entah apa bila mati sudah diketahui
Adakah senang atau bimbang
Banyak orang tak tahu kapan dia mati
Padahal kita mendekat, dia mendekat
Tak pernah ada yang menjauh
Jelang tahajud tiga orang mati
Eksekusi adalah jelmaan Izrail
Ada beberapa manusia jadi pencabut nyawa
Ringankan tugas malaikat
Atau mereka lampaui batas tugas malaikat
Selamat menikmati kematian kalian
Kami tak tahu mana yang benar dan salah
Kalian tetap saudara muslim kami
Lahir dalam tanah air yang sama
Agama yang sama
Adakah senang atau bimbang
Banyak orang tak tahu kapan dia mati
Padahal kita mendekat, dia mendekat
Tak pernah ada yang menjauh
Jelang tahajud tiga orang mati
Eksekusi adalah jelmaan Izrail
Ada beberapa manusia jadi pencabut nyawa
Ringankan tugas malaikat
Atau mereka lampaui batas tugas malaikat
Selamat menikmati kematian kalian
Kami tak tahu mana yang benar dan salah
Kalian tetap saudara muslim kami
Lahir dalam tanah air yang sama
Agama yang sama
PERNIKAHAN
Utara dan selatan bertemu
Pada lintang yang tak menentu
Siapa dia siapa aku
Tapi di hati tak ada pertanyaan itu
Yang ada hanya cinta
Aku cinta dia, dia cinta aku
Sarang tak lagi dianyam sendiri
Roda waktu pasti lebih perlahan berjalan
Karena lama berdamping dengannya
Adalah sesuatu yang indah
Saat aku berdiri, depan mataku adalah surgawi
Saat aku duduk, sajian bidadari kunikmati
Saat aku tidur, hangatnya hadirkan mimpi
Pada lintang yang tak menentu
Siapa dia siapa aku
Tapi di hati tak ada pertanyaan itu
Yang ada hanya cinta
Aku cinta dia, dia cinta aku
Sarang tak lagi dianyam sendiri
Roda waktu pasti lebih perlahan berjalan
Karena lama berdamping dengannya
Adalah sesuatu yang indah
Saat aku berdiri, depan mataku adalah surgawi
Saat aku duduk, sajian bidadari kunikmati
Saat aku tidur, hangatnya hadirkan mimpi
Selasa, 29 September 2009
HUJAN
Coba untuk tak pejamkan mata
Pandang, dengar perginya hampa
Dia hadirkan rintik nada
Datangkan hujan menyapa
Demi bumi, untuk diri
Demi langit, untuk suci
Demi nama untuk puji
Demi nama, syukur mewangi
Ketuk satu impian
Sampaikan harapan
Tanah tumbuhkan jutaan berbuah
Sungai lahirkan ribuan surga
Pandang, dengar perginya hampa
Dia hadirkan rintik nada
Datangkan hujan menyapa
Demi bumi, untuk diri
Demi langit, untuk suci
Demi nama untuk puji
Demi nama, syukur mewangi
Ketuk satu impian
Sampaikan harapan
Tanah tumbuhkan jutaan berbuah
Sungai lahirkan ribuan surga
Langganan:
Postingan (Atom)